Produsen Bantal Leher Di jakarta Pabrik Bantal Leher Di Jakarta, produsen Bantal Leher Di Bekasi, Pabrik Bantal Leher Di Bekasi, produsen Bantal Leher Di Jakarta, produsen Bantal Leher Di Jakarta, produsen Bantal Leher Di bekasi, Bantal Leher Di Jakarta, Bantal Leher Di Bekasi, Bantal Leher Di Jakarta, Souvenir Maskot Boneka Promosi, Produksi Bantal Leher Di Bekasi, Produksi Bantal Leher Di Jakarta, Pabrik Bantal Leher Di Jakarta, Produsen Bantal Leher Di Jakarta, Produsen Bantal Leher Di Bekasi, Produsen Bantal Promosi Di Bekasi, Produsen Bantal Promosi Di jakarta, Pabrik Pembuatan Boneka Di Jakarta, Produsen Boneka Promosi Di Jakarta, Produsen Boneka Promosi Di Bekasi,
HOME PROFILE HEWAN DAFTAR HARGA ARTIKEL INFO SEJUTA ARTIKEL CONTACT

Distributor Sapi kurban


Sapi Bali 2016 Sapi Bali 2016

Hubungi kami di 0857 1003 4164 / 0812 8430 6949

Sapi hanyalah Binatang untuk di Pelihara kemudian di Potong dan di Makan, itu adalah sangat Betul. Sapi bukanlah mahluk atau benda yang tak BERPERASAAN, sapi sangat berperasaan dan sangat berpikiran. Itulah sebabnya cara kita se-hari2 dalam menanganinya secara individu, memberi makan serta memeliharanya secara menyeluruh, akan memberikan hasil sifat dan

perilaku sapi yang berbeda-beda. Semakin banyak kita mempelajari dan memahami setiap perilaku serta apa yang mendasari perilaku sapi tersebut, kita akan mampu menanganinya dengan jauh lebih baik.

Sapi adalah binatang yang cerdas, selalu ingin tahu, tidak hanya menggunakan instingnya tapi juga pikiran dan perasaannya dalam menghadapi dan mengatasi keadaan yg dihadapinya. Mereka mempunyai daya ingat yang sangat baik, serta kemampuan beradaptasi yang memadai. Dengan memanfaatkan kelebihan tersebut, sapi sangat bisa di latih dan dibiasakan dengan keadaan yg anda inginkan. Perlakukan Sapi secara konsisten, maka mereka akan mengerti apa yang anda inginkan, sebaliknya anda pun akan mengerti apa yang mereka inginkan, sehingga hubungan timbal balik yang harmonis bisa tercipta.

Jika kita lihat di Indonesia bagian Timur tepatnya di Kupang yang pernah penulis lihat dan pelajari. Adalah hal yang biasa jika kita melihat beberapa puluh ekor sapi yg tidak di cucuk hidungnya bahkan tidak di ikat lehernya (sebut Sapi Lepasan), di gembala hanya oleh satu orang dan tidak jarang oleh seorang nenek tua, dengan melakukan perjalanan yang sangat jauh menuju padang rumput luas yang banyak terdapat disana. Begitu juga di daerah lain dan di negara lain hal yang sama sering saya lihat.

Jika di simak dengan lebih teliti, si penggembala selalu dengan sangat konsisten berwibawa dan tegas, menggunakan gerakan yang sama, tekanan suara yang sama saat memberikan suatu perintah atau permintaan, dan puluhan sapi dengan patuhnya mengikuti perintah si Penggembala, bagaikan sepasukan tentara yang dengan taat mengikuti perintah sang Komandan.

Demikian juga jika kita simak para petani yang menggunakan sapi untuk membajak sawahnya, para kusir gerobak sapi di beberapa daerah, mereka tidak menggunakan tali kendali, tapi betul2 hanya menggunakan perintah melalui suara aba-aba dan gerakan tertentu.

Sapi menggunakan insting dan pikiran untuk menghadapi keadaan sehari-harinya, seperti dalam mencari rumput, mencari sumber air mencari jalan pulang, melindungi anaknya, dalam menghadapi ancaman binatang pemangsa, dll.

Sapi bisa tahu dimana sumber air minum berada, namun dia tidak akan mengerti bahwa untuk menuju ke tempat minum yang ada di luar pagar kandangnya, dia harus keluar pagar melalui pintu gerbang dan berputar mengitarinya terlebih dahulu. Insting dan pikirannya akan mengarahkannya untuk berusaha langsung menuju ke sumber air tersebut, sehingga sering tidak berhasil. Namun sekali dia kita latih untuk menuju sumber air melalui jalan yang kita kehendaki, maka dia akan mengngingatnya dan akan selalu melakukannya lagi dengan sangat benar saat menuju tempat minumnya.

Ada sapi yang lebih pintar dari yang lain, ada yang lebih jinak ada juga yang lebih liar dan selalu waspada. Namun semua jenis perilaku itu akan mudah untuk dilatihnya, jika anda secara konsisten menunjukan bahwa “Anda bukan musuh mereka dan tidak akan membahayakan mereka, dan jika mereka menuruti apa perintah serta menuruti rutinitas yang anda kehendaki mereka tidak akan merasa disakiti dan selalu di untungkan”.

Sekali Sapi merasa di sakiti, maka dia akan mengingatnya dengan sangat baik, di lain waktu jika dia “akan” menghadapi situasi yang sama, maka dia akan melakukan reaksi perlawanan untuk membela diri. Sapi yang sejak kecil ditangani dengan halus dan konsisten akan berperilaku jauh lebih kalm/jinak atau “gentle”, dan penurut, dibanding dengan yang di tangani secara kasar secara terus menerus.

Ada yang mengatakan “melihat perilaku anda yang sebenarnya cukup dengan melihat sapi-sapi anda”, peribahasa ini sangatlah benar adanya, anda bisa dan boleh berlagak garang-sangar-model pereman pasar atau sebaliknya anda ingin dinilai halus, penyayang dan penyabar, tapi perilaku sapi yang anda pelihara akan menunjukan siapa dan bagaimana sebenarnya perilaku anda yang asli.
Beberapa landasan keadaan psikologis dan fisik sapi yang perlu di fahami dengan baik:

    Fahami reaksi beladirinya (survival response). Sapi dalam evolusi kehidupannya selalu menjadi binatang yang DIMANGSA (prey animal). Dengan mengandalkan indera Penciuman, Penglihatan mereka mendeteksi adanya bahaya dari binatang Pemangsa, kemudian melakukan reaksi/respon dengan cara melarikan diri. Jika sudah merasa terpepet maka dia akan menyerang , walaupun hal ini sangat jarang terjadi.


    Mereka selalu takut dan hawatir terhadap segala sesuatu yang baru dan belum mereka fahami betul.—ini merupakan dasar psikologis bela diri mereka. Mereka baru akan merasa lebih tenang setelah memahami, bahwa sesuatu yang baru tsb tidak mengancam keselamatan dirinya. Dilingkungan peternakan sesuatu itu bisa berupa, adanya orang baru yang mendekatinya, adanya jemuran kain yg berwarna mencolok di sekitar peternakan, adanya suara radio dengan lagu dangdut dll. Hal-hal baru tersebut biasanya tidak disadari oleh para peternak, yang terlihat hanyalah sapi mereka berperilaku lain dari biasanya, bisa berupa tidak mau segera makan, berkumpul di suatu sudut kandang, atau menjadi tidak penurut dll. Berhati-hatilah dan waspadai adanya sesuatu yang baru yang akan membuat meraka takut. Sapi yang berperilaku kalm, dia akan melihat dan menatap sesuatu yang baru dan mereka takuti, ini dapat memberikan petunjuk pada diri anda di arah mana dan apa yang membuat mereka hawatir atau takut. Sedangkan sapi yang lebih liar, dia akan secara langsung bereaksi dengan melarikan diri dari sesuatu yang dia takuti.


    Indera pendengaran / kuping mereka sangat sensitif, jauh lebih sensitif dibanding dengan pendengaran kita sebagai manusia, terutama pada suara frekuesi tinggi.


    Kedua mata sapi terpisah berjauhan, sehingga masing2 matanya bisa melihat ke arah dua sudut yang berbeda. Letak kedua mata tersebut memungkinkan mereka dapat melihat kebelakang tanpa menoleh, sehingga mereka bisa tetap mewaspadai binatang pemangsa yang datang dari belakang saat merumput.


    Perkenalkan segala prosedur rutin secara perlahan sabar dan bertahap. Rahasia menangani sapi adalah mengenalkan dan melatih mereka terhadap cara kerja anda dalam merawat mereka, secara perlahan, sabar , bertahap, tanpa menggunakan kekasaran apalagi kekerasan, jangan sekali-kali menyakiti mereka saat pertama kali memperkenalkan pada prosedur baru apaun itu. Berjalanlah dengan langkah yang tetap disekitar mereka, jangan terlalu sering mengganggu mereka, agar mereka tidak merasa hawatir tetapi justru merasa aman dengan keberadaan anda disekitar mereka.


    Maksimumkan hubungan timbal balik antara anda dengan sapi. Anda tidak harus seperti Tarzan atau Dr Dolittle, dalam menjalin hubungan dengan binatang2 peliharaan anda, tapi kalau anda mampu itu sangatlah baik. Hubungan anda dengan sapi-sapi anda, pasti dapat di bina dan di kembangkan , karena sapi pada dasarnya adalah mahluk sosial juga seperti anda dan saya. Sapi dapat dan dengan senang hati menerima adanya TATANAN SOSIAL digerombolan atau di kelompoknya, mereka selalu tunduk dan hormat terhadap pimpinan dan sapi lain yang lebih tinggi rangkingnya didalam kelompoknya (ngedumel juga kali kaya kita kadang2). Jika selama ini semua tindakan yang anda lakukan terhadap mereka secara konsisten tidak pernah menyakiti dan jika mereka selalu mengikuti kemauan anda mereka juga selalu mendapatkan kesenangan / imbalan/ reward yang dapat berupa makan, minum atau ketentraman dan keamanan. Maka mereka akan tunduk dan hormat (respect) terhadap diri anda. Ditambah lagi dengan kekuatan anda untuk menDominasi mereka, maka mereka akan siap dan mudah anda kendalikan sesuai dengan kemauan anda.


    Amati dan fahami betul tatanan sosial di kelompok sapi-sapi anda. Jenjang tatanan ini merupakan landasan dasar mereka dalam berkelompok. Selalu ada satu Sapi yang mereka anggap Boss nya. Untuk melihat dan mencari sapi yang mana yang mereka anggap boss, adalah sangat mudah, perhatikan sapi mana yang berperilaku Paling Bossi (Bossiest), yang paling agresive dan ingin selalu nomor satu saat diberi makan atau saat mau minum, dan sapi-sapi lainnya akan minggir dan mengalah terhadap sapi tersebut. Setelah beberapa kali anda mengamati maka akan jelas dan pasti dalam menentukan yang mana TOP Sapi nya, dan dialah Boss Sapi di kelompoknya. Boss sapi tidak akan pernah bertarung untuk berebut posisi, karena dia tahu bahwa kelompoknya harus menghormatinya. Yang sering bertarung justru tingkatan dibawah dalam usahanya untuk menaikan rangkingnya, pertarungan serius yg paling sengit dan kadang membahayakan adalah pertarungan untuk memperebutkan posisi kedua setelah Boss Sapi.

Boss Sapi mempunyai kemampuan mengontrol kelompoknya secara psikologis, tanpa harus melakukan tindakan-tindakan kekerasan atau memaksa, pe

Jual Hewan Qurban di Bekasi

rilaku ini sangat bisa diterima di kelompoknya. Anda harus mampu dan selalu berusaha meniru cara Boss Sapi melakukan kontrol terhadap kelompoknya, tidak berarti anda harus merangkak seperti sapi, yang saya maksud untuk ditiru adalah cara Boss Sapi melakukan Mind & Psi control terhadap kelompoknya, serious penuh wibawa, percaya diri, teguh dan tidak pernah ragu, tanpa memaksa ataupun menyakiti. Jika anda mampu bertindak dan berperilaku demikian terhadap sapi-sapi anda maka anda pasti dapat menguasai kelompok sapi anda. Tidaklah mengherankan apa yang pernah saya utarakan terdahulu bahwa, satu orang setua apapun dia, jenis kelaminnya apapun, postur tubuhnya bagaimanapun, mampu menggembala puluhan sapi dengan sangat mudahnya.

Yang jelas saya perhatikan amati dan pelajari, saat mereka memberikan perintah sesuai dengan keinginannya, si Penggembala tersebut tidak pernah cengengesan, apalagi ragu – Ayo ke kanan ehh salah ke kiri, kesana eeeh salah kemari – hal seperti ini tidak pernah terjadi dan jangan sampai terjadi. Nada suaranya pun sangat konstan dan menggunakan perintah yang sama walaupun saya juga tidak mengerti apa dasar bahasa yang di pakainya, seperti Hop Reh untuk belok ke kanan, Hal untuk berhenti. Dur untuk mundur. Anehnya untuk setiap daerah bahkan untuk tiap gembala, mereka punya aba-aba tersendiri yang hanya bisa di mengerti oleh sapi mereka sendiri. Didaerah Subang saya pernah melihat dan mendengar aba-aba Ca-ca untuk belok kiri, Huuuu untuk belok kanan, Hessss untuk berhenti, dan macam-macam lainnya.

 

 
Sapi Bali Sapi Bali

Bali merupakan daerah yang ideal untuk pengembangan Agribisnis Sapi Bali sendiri, karena didukung oleh beberapa faktor antara lain:

  •     Dukungan Suberdaya Alam: agro-ekosistem didominasi oleh lahan kering termasuk padang penggembalaan. Padang rumput yang mencukupi, belum lagi potensi limbah tanaman pangan, dedak padi dan jagung sebagai sumber pakan penguat juga lebih dari cukup, bahkan banyak diantarpulaukan.
  •     Dukungan Sumberdaya Ternak: dalam perjalanan waktu hampir satu abad sapi Bali tetap eksist.
  •     Dukungan Sumberdaya Manusia: secara tradisional ternak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem usaha tani yang tidak terpisahkan dengan kehidupan petani. Perilaku seperti ini tidak lepas dari tujuan petani memelihara sapi yaitu sebagai tabungan (yang paling utama), sebagai tenaga kerja pengolahan lahan, sebagai sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, untuk biaya naik haji dan sebagai sumber penghasilan setengah tahunan (penggemukan) serta alasan-alasan lain.
  •     Dukungan Ketersediaan Teknologi: teknologi untuk mendukung pengembangan agribisnis sapi Bali cukup tersedia, baik untuk pembibitan maupun penggemukan, baik berupa paket teknologi maupun komponen teknologi.
  •     Permintaan Pasar: pasar untuk sapi sangat baik, permintaan dari dalam maupun dari luar negeri terus meningkat. Pemotongan ternak yang tercatat selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan peningkatan.
  •     Peternakan Rakyat: sifat dari pemeliharaan ternak sapi di Indonesia pada umumnya dan di Bali pada khususnya adalah peternakan rakyat yang bersifat usaha sambilan, dengan kepemilikan rata-rata 2 ekor/orang.

 

MEMILIH BAKALAN

Memilih bakalan yang tepat untuk digemukkan merupakan langkah awal yang sangat menentukan bagi keberhasilan usaha penggemukan sapi. Beberapa kriteria sapi bakalan adalah:

  •     Sapi jantan,
  •     Umur > 2,5 tahun (Minimal Gigi Tetap 2 Pasang),
  •     Memenuhi tanda sapi Bali Normal,
  •     Sehat/tidak sakit, tenang,tidak mudah terkejut dan tidak liar,
  •     Tidak cacat,
  •     Tulang/rangka besar,
  •     Kepala pendek/persegi,
  •     Leher pendek,
  •     Kurus tapi sehat (tidak sakit),
  •     Akan lebih baik kalau mengetahui Bapaknya (dari keturunan yang baik),
  •     Nafsu makan tinggi.


PENDUGAAN UMUR

Untuk mengetahui umur sapi dapat menggunakan pendekatan pergantian gigi. Pada prinsipnya taksiran umur dengan metode gigi sapi adalah memperhitungkan pertumbuhan, penggantian dan keausan gigi sapi. Pertumbuhan gigi sapi sendiri terbagi tiga periode yakni periode gigi susu, periode penggantian gigi susu menjadi gigi tetap serta periode keausan gigi tetap.

  •     Sapi yang memiliki gigi susu semua pada rahang bawah, mempunyai usia sekitar 1 tahun
  •     Sapi yang memiliki gigi tetap sepasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 1-1,5 tahun
  •     Sapi yang memiliki gigi tetap dua pasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 2-2,5 tahun
  •     Sapi yang memiliki gigi tetap tiga pasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 3-3,5 tahun
  •     Sapi yang memiliki gigi tetap empat pasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 4 tahun
  •     Sapi yang memiliki gigi tetap sudah aus semua pada rahang bawah mempunyai usia diatas 4 tahun.


MANAGEMEN PAKAN

    Penyediaan

  •  Yang paling tradisional adalah ambil dari alam (ngarit/ngawis)
  •  Paling dianjurkan adalah menanam. Salah satu teknologinya adalah dengan Sistem Tiga Strata (3S) yaitu :
  •  Strata Pertama: dengan menanam rumput-rumputan (Rumput Setaria, Rumput Raja, Rumput Gajah dan lain-lain, dan legume merambat/legume herba (Arachis, Centro, Clitoria dan lain lain). Digunakan untuk penyediaan pakan musim hujan (Desember - Mei).
  • Strata Kedua: dengan menanam hijauan semak atau pohon kecil seperti Gamal, Lamtoro, Turi, Banten, Kelor dan lain-lain. Digunakan untuk pakan di musim pertengahan (Juni - September).
  • Strata Ketiga: dengan menanam hijauan pohon seperti Nangka, Waru, Beringin dan lain-lain. Digunakan pada puncak musim kemarau (Oktober-November).
  • Memanfaatkan limbah pertanian (Jerami, berangkasan kulit kacang-kacangan dll), limbah industri (dedak padi, ampas tahu, bungkil kelapa dll).
  • Mengawetkan : Dalam bentuk kering (Hay) dan bentuk segar (Silase).

    Sumber gizi atau nutrisi yang dibutuhkan ternak bersumber dari : Hijauan (rumput, legum, daun-daunan), limbah tanaman (jerami), limbah industri (dedak padi, ampas tahu, bungkil kelapa), ransum jadi/pabrik

  •     Jenis Rumput untuk Pakan di Musim Hujan
  •     Setaria Clitoria
  •     Jenis Semak atau Pohon Kecil untuk Pakan di Musim Pertengahan
  •     [Turi] Gamal
  •     Kelor Lamtoro

    Kebutuhan Pakan (Nutrisi)

Kandungan Protein Kasar (PK) pada pakan untuk sapi yang digemukkan sekitar 10 % dari komposisi pakan, dan Energi sekitar 50% dari Bahan Kering pakan.
    Pemberian

  •  Macamnya (rumput- rumputan, daunan, kacang-kacangan, konsentrat, pakan tambahan/suplemen,probiotik ) Kandungan Protein pakan sekitar 10%, diperoleh dari Hijauan (Gamal,Rumput Gajah,dll), makanan Penguat seperti dedak,ampas tahu,dll.
  • Jumlahnya (Hijauan minimal 10 - 15 % dari Berat Badan (BB) + Pakan penguat 1-2% BB + Pakan Tambahan/probiotik/UMB).
  • Porsi Rumput : Legum = 60 : 40 % atau 75 : 25 % tergantung dari ketersediaan legum. Artinya kalau berat badan awal 200 kg, perkiraan kebutuhan hijauan 10 -15 % dari BB, KEBUTUHAN PAKAN (NUTRISI) PEMBERIAN Teknologi Penggemukan sapi Bali FEATI-BPTP NTB 11 maka diperlukan 20 - 30 kg hijauan terdiri dari 12 - 18 kg rumput + 8 - 12 kg legum/ekor/hari atau 15 - 22,5 kg rumput + 5 - 7,5 kg legum/ekor/hari.
  • Pemberian pakan penguat/konsentrat (seperti Dedak padi, Ampas tahu, bungkil kelapa dll) sekitar 1 - 2 % dari BB, artinya 2 - 4 kg/ekor/hari
  • Pemberian pakan pelengkap (probiotik, sumber mineral/Urea Molases Blok/Urea Mineral Molases Blok) tergantung jenis produknya. Untuk beberapa merk probiotik biasanya cukup dengan 1 sendok makan per ekor per hari.
  • Frequensi pemberian, makin sering makin baik (2 - 3 kali sehari semalam). Hindari pemberian sekaligus karena akan banyak tersisa/terbuang.

    Pengawetan Hijauan Makanan Ternak (HMT)

    Pengawetan yang dapat dilakukan dan kemungkinan dapat diadopsi oleh petanipeternak adalah pembuatan silase dan pembuatan hay.
    Pembuatan Silase

    Pembuatan silase di dalam tanah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : sebelumnya telah dibuatkan lubang pada tanah dengan kedalaman kurang lebih 1,5 m, diameternya kurang lebih 1,25 m dapat menampung sekitar 250 - 300 kg bahan pakan. Tempat Pembuatan : Tempat pembuatan silase disebut "Silo" Silo dapat berupa menara, sumur gali atau tumpukan hijauan yang disusun di atas permukaan tanah.

    Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan silo adalah:

  •   Lokasi dekat kandang, pada tempat yang lebih tinggi agar tidak tergenang air.
  •   Dasar silo dibuat miring ke satu sisi untuk memperlancar drainase.
  •   Dasar silo dilapisi dengan plastik. Ukuran silo 1,8 m - 1,2 m x 3 m x 1,5 m dengan kapasitas sekitar 3,5 ton
  •   Bahan: Pada prinsipnya semua jenis hijauan yang disenangi ternak dapat diawetkan menjadi silase.
  •   Gunakan hijauan yang tidak terlalu muda, tetapi jangan terlalu tua, yang baik adalah sebelum berbunga
  •   Kalau berupa batang panjang, maka perlu dipotong-potong 10-15 cm
  •   Kadar air perlu diturunkan dengan cara dikeringanginkan, atau dilayukan
  •   Sebagai pengawet, dapat digunakan dedak halus sebanyak 5% dari total bahan.

    Cara Pembuatan:

  •  Masukkan bahan hijauan yang sudah dilayukan kedalam silo sambil diinjak-injak dengan ketinggian sekitar 30 cm (setinggi lapisan pertama). Taburkan dedak padi secara merata
  •  Masukkan kembali bahan hijauan sambil diinjak-injak untuk membuat lapis kedua, kemudian taburkan dedak padi secara merata
  •  Demikian seterusnya sampai sekitar 5-6 lapis
  •  Selanjutnya ditutup rapat dengan plastik dan di timbun dengan tanah
  •  Dengan cara ini silase dapat diawetkan dalam jangka lama (3 - 4 bulan)

    Cara Pemberian Silase pada Ternak

        Ciri-ciri silase yang baik adalah :

  •   Warna daun masih hijau,
  •   Tekstur daun masih utuh seperti ketika dimasukkan,
  •   Kadar amonia rendah (<10 persen)
  •  pH daun sekitar 4-5.

        Pembongkaran silo (tempat membuat silase) dapat dilakukan setiap waktu setelah silase jadi (sekitar 20-30 hari).

  •    Ambil silase sesuai kebutuhan. Berikan pada ternak sekitar 10% dari berat badannya.
  •    Karena belum terbiasa, maka perlu dilatih terlebih dahulu. Jangan berikan hijauan lainnya
  •    Pemberian sedikit demi sedikit/berangsur angsur

    Pembuatan Hay

Hay adalah hijauan pakan yang dikeringkan dengan cara tertentu yang bertujuan untuk menekan kadar air serendah mungkin sehingga dapat disimpan dan tidak mengalami kerusakan selama penyimpanan, sebelum diberikan pada ternak.

Hay umumnya diberikan kepada ternak sebagai pakan di musim kemarau pada saat produksi hijauan segar telah berkurang atau sulit diperoleh. Limbah pertanian seperti jerami padi, limbah kacang tanah, jagung, kacang hijau dan lainnya juga dapat dibuat hay.

Pengeringan hijauan untuk dijadikan hay dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengeringan secara alamiah dan dengan menggunakan mesin. Pengeringan secara alami, yang dapat dilakukan dengan mengeringkan di bawah sinar matahari/dijemur secara langsung atau mengangin-anginkan di bawah naungan rumah, pepohonan, gedung dan lain-lain. Perhatikan agar tidak terkena hujan sehingga mengakibatkan pembusukan dan rusaknya hijauan serta nilai gizinya menjadi sangat rendah yang tidak bermanfaat lagi bagi ternak.

    Pengeringan dengan menggunakan mesin.

Pengeringan dengan cara ini oleh petani kita tidak dilakukan karena membutuhkan modal yang cukup besar, untuk membeli alat pengering/oven.

    Cara Pemberian Hay pada Ternak

Hay (hijauan kering) dapat diberikan langsung pada ternak. Khususnya pada ternak sapi pada daerah-daerah kering sudah terbiasa memakan pakan ini sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Kemungkinan bagi ternak sapi yang berasal daerah basah atau yang dipelihara pada sekitar daerah persawahan tidak terbiasa dengan pakan jenis ini sehingga butuh waktu dan latihan untuk dapat memakannya.

Sediakan lebih banyak air minum untuk ternak yang diberi pakan hay karena ternak yang diberi pakan hay membutuhkan air minum yang lebih banyak.


PENGANDANGAN

  •     Untuk penggemukan prinsipnya bagaimana supaya ternak tidak banyak bergerak, kandang tidak perlu luas, cukup 1,15m x 2 m per ekor,
  •     Lantai miring ke belakang,
  •     Harus ada tempat pakan (prako),
  •     Harus selalu dalam keadaan bersih, tidak lembab,
  •     Kotoran dibersihkan/kumpulkan untuk kompos,
  •     Drainase sekitar kandang harus baik, tidak boleh ada genangan air sehingga kandang tidak lembab,
  •     Ventilasi cukup untuk pencahayaan yang baik


PEMELIHARAAN KESEHATAN

  •     Diduga bahwa hampir semua sapi yang dipelihara secara tradisional pada kondisi petani sudah terserang penyakit cacingan. Oleh karenanya disarankan pada awal penggemukan agar sapi bakalan diberikan obat cacing, kemudian diulang kembali setiap 3 - 4 bulan.
  •     Pemberian vitamin setiap tiga bulan atau sesuai keperluan misalnya pada saat pergantian musim.
  •     Kandang harus dibersihkan setiap hari, tidak becek, tidak ada genangan air.
  •     Sebaiknya dimandikan sambil badannya digosok-gosok.
  •     Bila ternak sakit segera hubungi petugas kesehatan hewan atau dokter hewan terdekat.
  •     Mencegah lebih baik daripada mengobati.


LAMA PENGGEMUKAN

  • Untuk sapi Bali di tingkat petani umumnya penggemukan dilakukan selama 4 bulan, 6 bulan , 12 bulan bahkan ada yang lebih lama tergantung besarnya bakalan dan target yang ingin dicapai oleh peternak. Dalam hal ini dianjurkan paling lama 6 bulan saja.
  • Pertambahan Berat Badan Harian (PBBH) pada sapi Bali antara 0,4 – 0,8 kg/ekor/hari atau rata-rata 0,5 kg/ekor/hari, meskipun di tingkat petani lebih banyak yang kurang dari 0,4 kg/ekor/hari.
  • Dengan demikian kalau diambil angka rata-rata 0,5 kg/ekor/hari maka penggemukan selama 4 bulan (120 hari) akan mendapatkan Pertambahan Berat Badan sebanyak 60 kg/ekor, 6 bulan (180 hari) tambahan berat badan 90 kg dan 12 bulan tambahan 180 kg/ekor.
  • Menduga bobot badan sapi Bali Mengetahui bobot badan sapi paling akurat menggunakan timbangan, namun demikian jika tidak ada timbangan dapat dilakukan dengan mengukur "Lingkar Dada" menggunakan pita ukur.

CARANYA: ukur lingkar dada sapi (posisi dibelakang kaki depan) dengan tali ukur (meteran kain), kemudian cocokkan dengan tabel yang ada seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

CARA PEMBACAAN TABEL: Jika lingkar dada menunjukkan angka 155 cm, maka cari angka 150 pada sisi kiri tabel dan cari angka 5 pada sisi atas, kemudian ditarik garis sampai bertemu antara garis datar dengan garis menurun, maka ditemukan angka 224, artinya sapi dengan lingkar dada 155 cm memiliki bobot badan sekitar 224 kg.

 

Jual Hewan Qurban di Bekasi


 

 

Jual Sapi Qurban Jakarta Jual Sapi kurban Jual Sapi bali Jual sapi jawa Jual sapi limosin Jual sapi kupang Jual Sapi Berat 1 Ton Jual Sapi Berat 1000 kg Harga Sapi Qurban Harga Sapi kurban Harga Sapi bali Harga sapi jawa Harga sapi limosin Harga sapi kupang Harga Sapi Berat 1 Ton Harga Sapi Berat 1000 kg Cari Sapi Qurban Cari Sapi kurban Cari Sapi bali Cari sapi jawa Cari sapi limosin Cari sapi kupang Cari Sapi Berat 1 Ton Cari Sapi Berat 1000 kg Tempat Sapi Qurban Tempat Sapi kurban Tempat Sapi bali Tempat sapi jawa Tempat sapi limosin Tempat sapi kupang Tempat Sapi Berat 1 Ton Tempat Sapi Berat 1000 kg Perusahaan Sapi Qurban Perusahaan Sapi kurban Perusahaan Sapi bali Perusahaan sapi jawa Perusahaan sapi limosin Perusahaan sapi kupang Perusahaan Sapi Berat 1 Ton Perusahaan Sapi Berat 1000 kg Dimana Sapi Qurban Dimana Sapi kurban Dimana Sapi bali Dimana sapi jawa Dimana sapi limosin Dimana sapi kupang Dimana Sapi Berat 1 Ton Dimana Sapi Berat 1000 kg Blantik Sapi Qurban Blantik Sapi kurban Blantik Sapi bali Blantik sapi jawa Blantik sapi limosin Blantik sapi kupang Blantik Sapi Berat 1 Ton Blantik Sapi Berat 1000 kg Petani Sapi Qurban Petani Sapi kurban Petani Sapi bali Petani sapi jawa Petani sapi limosin Petani sapi kupang Petani Sapi Berat 1 Ton Petani Sapi Berat 1000 kg Distributor Sapi Qurban Distributor Sapi kurban Distributor Sapi bali Distributor sapi jawa Distributor sapi limosin Distributor sapi kupang Distributor Sapi Berat 1 Ton Distributor Sapi Berat 1000 kg Pengadaan Sapi Qurban Pengadaan Sapi kurban Pengadaan Sapi bali Pengadaan sapi jawa Pengadaan sapi limosin Pengadaan sapi kupang Pengadaan Sapi Berat 1 Ton Pengadaan Sapi Berat 1000 kg penyuplay Sapi Qurban penyuplay Sapi kurban penyuplay Sapi bali penyuplay sapi jawa penyuplay sapi limosin penyuplay sapi kupang penyuplay Sapi Berat 1 Ton penyuplay Sapi Berat 1000 kg Daftar Harga Sapi Qurban Daftar Harga Sapi kurban Daftar Harga Sapi bali Daftar Harga sapi jawa Daftar Harga sapi limosin Daftar Harga sapi kupang Daftar Harga Sapi Berat 1 Ton Daftar Harga Sapi Berat 1000 kg Penjual Sapi Qurban Penjual Sapi kurban Penjual Sapi bali Penjual sapi jawa Penjual sapi limosin Penjual sapi kupang Penjual Sapi Berat 1 Ton Penjual Sapi Berat 1000 kg

RSS | SAPI QU'RBAN CV INDO RAYA
Jl.Prof Muh Yamin NO 28, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur-Bekasi
(Kandang Depsos Bulak Kapal)
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Hp: 0857 1003 4164
0812 8430 6949
Email: .....................
find us :   
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net